Perkenalan(?)

Oh iya btw aku author baru disini loh. hihihi (•́-̯ •̀ )

Nama aku miyun.Kenapa aku namanya Miyun? Karena aku suka banget Bomi. 

Marga Bomi kan Yoon. Dibaca Yun. BoMI YUN jadinya.

Image

 

 

HAHAHAHAHAImage

 

 

Okesip maap aku menggila. HAHAHA(?) Image

 

Jadi intinya salam kenal yah semuanyaaaa :3 Image

 

Oh iya untuk yang sering mampir kesini/Baca ff yang ada di wp ini jan lupa coment yah!! 

Aku dan author lainnya butuh kritik dan saran kalian. Author juga manusia. Jadi harap dimaklumi kalau ada typo/kesalahan kata. Hehehehehehe 😀 

 

Advertisements

Don’t Forget Me (Part 1)

Don’t Forget Me

Image

Author: Miyun 

Genre: School Life,Friendship,Romantic,Happy

Cast: Chanyeol x Bomi

Other cast: Kris,Luhan,Kai,Sehun,Chorong,Eunji 

Halo Loha Hai Iah (?)

Yoohoo~!!! Miyun disini membawa ff baru ‘3’

Cast nya Chanyeol x Bomi. Sama sama ultimate bias adaw (?)

Oh iya maaf nih kalau banyak typo bertebaran kkk

Yaudah deh daripada Miyun ngonmong mulu 

mending kita langsung aja ke cerita !! Check this out! :3

DILARANG KERAS PLAGIAT!!!

Author POV
Di pagi hari yang cerah ada sepasang sahabat yang sedang mengayuh sepeda nya menuju sekolah mereka. Kirin High School. SMU terkenal di Seoul. SMU yang diminati para remaja yang memiliki hobi Bernyanyi,Akting, Dan Menari. Nama sepasang sahabat itu adalah Park Chanyeol dan Yoon Bomi.
“Yak!! Chanyeol-ah!! Tunggu aku!! huuu!!”Kata Bomi sambil mengayuh sepeda nya cepat untuk mengejar sahabatnya,Chanyeol. Bomi tidak konsentrasi mengayuh sepeda nya sehingga dia terjatuh dari sepeda nya gara gara menabrak tiang listrik. /BRUK/ “Aw!! Appo hiks..”Ucap Bomi sambil terisak dan meringis kesakitan karena terjatuh dari sepeda nya.
Lalu Chanyeol mengayuh sepeda nya ke arah Bomi dengan wajah khawatir. “Bomi-ya!! kau tidak apa apa kan?”Kata Chanyeol dengan wajah khawatir. Bomi dengan wajah menatap Chanyeol.. Lalu tersenyum dan berkata .. “YAK!! KENA KAU!! BUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”Kata Bomi sambil tertawa puas karena dia berhasil mengerjai sahabatnya itu. Yap..Dia sebenernya tidak terjatuh dari sepeda. Tapi dia hanya ber-akting agar Chanyeol datang ke arahnya(?). Setelah mengerjai sahabatnya itu dia mengayuh sepeda nya kembali menuju sekolah mereka.
“YAK!! AWAS KAU YOON BOMI !!”Teriak Chanyeol sambil mengayuh sepeda nya dengan menatap Bomi dan Sepeda nya dengan sinis.

 

 

– Don’t Forget Me –

 

 

Bomi POV

@ Kirin High School
“Hyuh~ Akhirnya sampai juga di sekolah ku.”Ucap ku sambil mengatur nafas ku karena jarak sekolah ku dengan rumah ku memang sangat jauh. Hmm.. Dimana Chanyeol?? Wah kasian dia .. Tapi wajah khawatir dia tadi gara gara aku ber-akting terjatuh dari sepeda dan menangis sangat lucu xD. Aku menyesal tidak membawa handphone ku. Hahahaha XD.
Tiba tiba ada yang memukul punggungku /puk/. Dengan perlahan aku membalikkan badanku ke belelakang.. Dan kau tau itu siapa?? Siapa lagi kalau bukan PARK CHANYEOL kkkk. “Eh?” Seketika aku mengingat wajah khawatirnya tadi setelah aku kerjai dia. Kemudian aku menatap dia sambil tersenyum lalu aku mengeluarkan(?) eyesmile ku(?) dan terkikik gara gara mengingat hal tadi.”Hey!! Nona Yoon!! Berhenti Terkikik!!” Kata dia sambil menyubit pipiku. Mungkin dia tau apa yang aku pikirkan tadi. Hahaha-_- “YAK!! Sakit tau!! u,u”Kata ku sambil ber-pout ria(?). “Kkkk~ Kau lucu Bomi-ya”Kata dia sambil terkikik. Tunggu….Apa katanya…Lu..cu? Tumben sekali dia memuji ku-_- “Aku tau itu,Park Chanyeol”
“Dan satu lagi. Jangan pernah pout di depanku.
Kau jelek kalau kau pout. Hahahahahaha”
Apa?!?! Jelek katanya.. Dasar labil. Tadi dia memuji ku. Sekarang mengejek ku. Dasar Chanyeol. Huhhh u.u
#Kringg~!! Kringg~!! Kringg~!!#
“Chanyeol-ah ayo masuk ke kelas.
Bel tanda jam pelajaran pertama sudah berbunyi”Ajakku ke Chanyeol.
“Ne~ kkaja!!”Kata dia menarik tangan ku. Kebiasaan dia kalau sudah bel. Karena kita satu kelas. Jadi kalau ada bunyi bel selalu saja begini. Tanganku ditarik tarik. Memangnya tangan aku ini tali tambang ditarik tarik.. huu

 

 

– Don’t Forget Me –

 

 

Chanyeol POV
Pelajaran pertama… Matematika. Pelajaran paling ku suka. Aku memang mahir dalam pelajaran ini. Dan Bomi juga menyukai pelajaran ini. Bomi…Imut..Cantik…Lu… Tunggu…Hey Chanyeol .. Mengapa kau jadi memuji dia.. Hahahaha. Tapi memang kenyataannya begitu. Dia di sekolahan ini bisa disebut juga termasuk 3 cewek terkenal di sekolah ini. Banyak laki laki yang mengagumi dia. Mungkin aku termasuk.. Eh tidak -_- Hahaha xD
Tiba tiba ada yang membuyarkan(?) lamunanku. “Chanyeol-ah!! Kerjakan latihan yang pak guru terangkan tadi. Halaman 34 di buku Paket.” ucap seseorang. Ah itu ternyata Bomi. Mengagetkan ku saja. “Eh? Ne”ucapku kebingungan(?).

 

 

– Don’t Forget Me-

 

Author POV

#Kringgg~!!! Kringg~!!! Kringgg~!!!#
Bell istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan ke kantin. Begitu juga Chanyeol dan Bomi. Seperti biasa mereka berjalan ke kantin berdua. Ketika mereka berjalan menuju kantin mereka diperhatikan oleh beberapa siswa dan siswi yang berlalu lalang di samping kanan kiri mereka. Ada juga yang berbisik bisik. Gosip Chanyeol dan Bomi berpacaran memang sempat beredar di sekitar Kirin High School. Siapa lagi yang menyebarkan gosip itu kalau bukan Jung Eunji mantan pacar seorang Chanyeol.

(selca of Jung Eunji)

Image

Cantik.. memang.. tetapi hati dia tidak secantik wajahnya. Dia pernah menaruh kulit pisang dijalan yang akan Bomi lewati sehingga Bomi jatuh terpeleset. Untung saja ada Chanyeol yang selalu bersama dia. Jadi ketika dia terjatuh terpeleset gara gara kulit pisang itu.. Bomi ditahan dengan tangan Chanyeol. Sebenarnya Chanyeol memutuskan hubungannya dengan Eunji itu karena sifatnya yang selalu menyakiti Bomi. Chanyeol sangat sayang Bomi. Padahal itu tidak adil bukan? Padahal pacar nya Chanyeol itu Eunji. Tapi hati Chanyeol berkata Chanyeol itu lebih menyayangi Bomi. Mungkin jika dibandingkan sayang Chanyeol terhadap Bomi dan Eunji itu (Bomi: 80% dan Eunji 20% nya) Terbukti jelas bahwa Chanyeol itu lebih cinta terhadap Bomi. Bukan Eunji. Itu sebabnya ia memutuskan hubungannya dengan Eunji. Sampai sekarang pun Eunji masih suka menyakiti Bomi. Tetapi Bomi tidak diam. Dia selalu melawan Eunji. Karena dia itu bukan orang tidak mau kalah.
Ketika Bomi dan Chanyeol sedang bercanda dan tertawa ria bersama sama di tempat duduk yang disediakan di kantin. Ada seorang gadis yang datang dengan membawa makanan dan berkata “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” Kalau tidak salah ia bernama Park Chorong. Dia pintar sekali Rapp. Cantik,Imut,Manis. Dia juga banyak dikagumi oleh para laki laki di sekolah Kirin High School.

(selca of Park Chorong)

Image

“Ye~ Rong eonnie..”
“Selamat makan”ucap mereka bertiga
Mereka memakan mereka masing masing dengan lahap. Mungkin mereka kecapean karena capek memikirkan isi jawaban ulangan dadakan tadi. kkkkk.

 

#skip sceen at the school#

 

 

– Don’t Forget Me –

 

 

#Kringgg!!! Kringgg!!! Kringgg!! Kringgg!!!# 

Bell pulang sekolah telah berbunyi. Saatnya pulang sekolah. Semua siswa berhamburan keluar gerbang sekolah. Ada yang pulang dengan jemputannya,Ada yang menggunakan sepeda,Ada yang menggunakan mobil atau ada juga yang menggunakan motor.
“Bomi-ya!! Ayo pulang~ Sudah sore. Nanti kau dimarahi eomma mu”
“Ayolah Chanyeol.. Antarkan aku ke toko buku. Aku ingin membeli Buku novel baru. Aku bosan dengan semua novel novel ku. Kalau kau ingin mengantarkanku ke toko buku. Aku akan minta antar Luhan oppa saja”Kata Bomi sambil berpura pura mengambil handphone nya dari tas nya.
“Aish. Baiklah. Ayo. Sekalian aku juga lapar.”Ucap Chanyeol dengan pasrah(?) karena Bomi sudah menggoda dia sekaligus mengeluarkan aegyo gak jelas nya dia membuat Chanyeol terkikik geli melihat gadis itu.
“Yeay!! ayo kita ke toko buku lalu membeli makanan~”ucap Bomi dengan senang sambil mengambil sepedanya lalu mengayuhnya.
Chanyeol yang melihat tingkah lagu Bomi hanya bisa terkikik geli dan tersenyum. Lalu mengayuh sepedahnya agar tidak tertinggal dia lagi.

– Don’t Forget Me –

@ Book Store

“Annyeong!! Ada yang bisa ku bantu?”ucap seorang pegawai di toko buku itu. Aku dan Chanyeol tersenyum ke arah dia.
“Kau mencari buku apa?”
“Kan tadi sudah ku bilang. Aku akan membeli buku novel. Aku bosan dengan semua buku novel ku di kamarku. Huu!!”Kesal Bomi sambil menjitak Chanyeol.
“YAK!! sakit!!”ucap Chanyeol sambil meringis kesakitan.
“Sssttt!!!._.”ucap Bomi menutup mulut Chanyeol dengan tangannya.
“Bodoh! jangan berisik. kita diperhatikan para pembeli tau ._.”ucap Bomi.
“ah~ ne. mianhae._.”ucap Chanyeol penuh rasa bersalah(?)

#SKIP#

“Astaga! banyak sekali buku yang akan kau beli,Bomi-ya”ucap Chanyeol sambil terkejut dengan tumpukan buku yang dibawa yang dibawa Bomi.
“Anniya~ Ini hanya 8 buku kok.. Lagian aku membeli nya dengan uangku sendiri.”Ceplos Bomi.
“Ah ne. ayo beli makanan. Kau lapar tidak?”tanya Chanyeol.
“…Ne..Aku lapar.. Kkkkk”ucap Bomi.
“Ayo beli ramyun”ucap Chanyeol dengan senyum nya.

 

#SKIP#

 

“woah! harum sekali wangi nya.. keliatannya enak..”Ucap Bomi dengan mata berbinar binar. Mungkin dia kelaparan karena dari sore belum makan.
Chanyeol yang mendengar perkataannya hanya bisa tertawa dan menyubit kedua pipi Bomi. Lalu mereka tertawa bersama.
Ahjussi yang melihat sepasang sahabat ini hanya bisa tersenyum dan berkata “Dasar anak muda. Hahaha”.
“Ayo pulang. Sudah malam. Aku takut nanti di marahi ibu mu lagi-_-“ucap Chanyeol sambil menenteng(?) sepedanya disamping Bomi.
“Ne. Ayo pulang”ucap Bomi sambil menaiki sepeda nya. Begitu juga Chanyeol. Diperjalanan mereka bercanda dan tertawa bersama. Di depan mereka ada sebuah polisi tidur. Mereka tidak menyadarinya. Chanyeol yang jalan di depan Bomi dia jatuh terlebih dahulu. Lalu Bomi jatuh diatas Chanyeol. Mata mereka saling bertatapan.”Astaga”ucap mereka berdua. “M..Mianhae”ucap Bomi dengan rasa bersalah(?). “A..Anni..M..Mianhae”ucap Chanyeol. Lalu mereka berdiri dan menaiki sepeda nya masing masing. Lalu berangkat menuju rumah Bomi. Dan mereka berusaha melupakan peristiwa yang menurut mereka itu memalukan.

-TBC-

 

UDAH SEGITU AJA AKU CAPEK NGETIK NYA KAKAK (?)

NANTI PART 2 NYA SOON YAH!! JANGAN LUPA COMENT :*

YANG ABIS ACA FF AKU TERUS COMENT BAKALAN

AKU POST FF PART SELANJUT NYA DEH :3 

[Oneshoot] Don’t Go

dont go

Author: Kiddoxe.

Cast: Im YoonA – Oh Sehun – Choi Sooyoung

Genre: Angst, romance.

Rated for teens

Kembali bersama ff gaje nya doxe. MAAF JUDUL SAMA CERITA GA PAS T_T sebenernya buat cerita ini karna suatu kejadian yang mengingatkan hal ini. Jadi bisa dibilang ini pengalaman pribadi? Ya emang. Namun dengan ending yang berbeda. Coba pas baca itu kamu mendalami bahwa itu kamu/ga. Wkkwk

HAPPY READING!

©Don’t Go

“Kau! Kau! Hey kau!!!” Aku berteriak pada seseorang yang tadi lewat didepanku, yang membuatku memanggilnya adalah karena aku tertarik dengan tasnya, namun orang yang

Aku panggil hanya menoleh laru berlari, ntah kenapa itu membingungkan.

“Hey kau orang tunggulah! Ku mohon!” Aku pun menjadi mengejarnya dengan ikut berlari.

Akirnya… setelah beberapa lama aku dapat menangkap dia, lebih tepatnya mendapatkan dia.

“Kau ini aku hanya memanggil kenapa berlari?”

“Jadi kau memanggilku?”

“Aku hanya ingin tau tentang tas mu. Dan aku ini seniormu, tidak bisa lebih sopan?”

“Tidak penting.”

Dia pun mengambil ancang – ancang untuk kembali pergi namun aku menahannya dengan memegang tasnya.

“Aku hanya ingin bertanya kau beli tas itu dimana? Itu penting bagiku.”

Setelahnya dia berbicara dengan tidak jelas, aku saja hampir tidak mengerti dan aku juga menahan tawaku, bagaimana hal itu tidak lucu? Mendengar seseorang yang seperti belum hatam berbicara.

“Hah percuma saja, tapi terimakasih.”

Aku langsung melepaskan tanganku dari tasnya dan dia langsung berlari menjauh dari ku. Tunggu! Aku lupa menanyakan namanya! Sial aku sungguh bodoh sekali.

©Don’t Go

Sekarang aku sedang berada dikantin sekolah bersama sahabatku, Sooyoung. Seketika bibirku terangkat keatas ketika kedua bola mataku melihat sosok yang kemarin, Sooyoung pun menyadari aku yang sudah tidak fokus saat dia bercerita panjang lebar.

“Yoong, kau melihat apa?” Tanya nya kepadaku, namun aku tidak menjawab. Aku terus melhat sosok itu.

“Dia?” Aku menoleh kearah Sooyoung saat dia menunjuk orang yang sedari tadi aku perhatikan dan aku pun menjawabnya dengan mengangguk pelan.

“Dia siapa? Kau kenal dia?”

“Tidak tau, aku tidak tau namanya.”

“Kalau begitu mari cari tau.” Sooyoung pun menarik tanganku.

“Shireo!” Aku melakukan penolakan terhadap Sooyoung, namun dia tetap menarik tangan ku dengan kencang.

“Kita hampir sampai Yoong.”

Aku pun diam menatap Sooyoung kesal.

“Siapa namamu?” Tanya Sooyoung saat kami sudah berada dihadapannya.

Apa Sooyoung gila? Berani sekali dia? Ini kan tempat umum, dan banyak murid yang masih berlalu lalang disini, apalagi disini kurasa banyak teman-teman nya orang itu.

“Jawablah.”

Kulihat orang itu dan oh great, dia menatap ku layaknya aku yang menjadi terdakwa disini. Tolong lah aku ingin sekali mengatakan bahwa ini bukan bagian dari rencana ku. Tetapi aku hanya bisa menunduk.

“Oh Thehun.”

Aku langsung mengangkat wajahku ketika aku mendengar suara itu, walaupun terdengar tidak jelas tapi aku yakin suara itu milik orang yang tadi Sooyoung ajak bicara, ah lebih tepatnya seperti orang yang sedang diintrogasi.

Sekarang ku lihat Sooyoung memperhatikan sesuatu. Mungkin dia mencari kepastian?

“Kau bilang Oh Thehun? Padahal jelas sekali nametag mu tertulis Oh Sehun. Jadi kau cadel ya?”

Bingo! Pemikiran ku sebelumnya benar, sungguh ketika Sooyoung mengatakan orang yang bernama Oh Thehun eh maksud ku Oh Sehun itu cadel aku ingin sekali tertawa dengan kencang.

Tetapi tepat setelah itu orang yang bernama Oh Sehun langsung beranjak dan meninggalkan kami. Oke just fine. Ku rasa ini salah Sooyoung yang berbicara dengan frontal. Namun hal ini cukup unik bagiku.

©Don’t Go

“Hey Syoo lihat ini!” Aku berteriak saat aku berada didepan kelas Sooyoung, aku tidak peduli dengan orang lain yang berada dikelas nya yang merasa terganggu karena aku muncul begitu saja lalu berteriak.

“Ada apa Yoong?” Lalu dia menghampiriku.

“Aku mendapatkan nomor nya!”

“Nuguya?”

“Oh Sehun.”

“Benarkah?”

“Lihat saja sendiri.” Aku pun langsung memperlihatkan layer gadget ku.

“Coba kau kirim pesan sekarang.”

“Seperti apa?”

“Terserah dirimu lah dia hanya junior ini dan kau seniornya. Tidak perlu takut kan?”

“Hm baiklah Syoo.”

Setelah beberapa lama kurasa gadgetku bergetar, tanda sebuah pesan masuk.

“Syoo! Ternyata dia membalasnya!”

“Seperti apa Yoong? Aku ingin tau!”

“Dia hanya membalas mengatakan nama ku tanpa embel embel noona atau pun sunbae huft.”

“Hahaha, ku pikir dia lucu Yoong.”

“Ya aku juga memikirkan seperti itu.”

“Lalu sekarang kau sudah menyukai?” Sooyoung menunjukan smirk nya terhadapku. Lalu aku membalas dengan menatapnya jengkel.

“Yang benar saja! Aku menyukainya? Tidak.”

“Lihat saja nanti Yoong.”

“Ah sudah lah aku ingin ke kelas ku dulu. Selamat tinggal.” Aku pun langsung meninggalkan Sooyoung.

“Yah Yoong kau tidak asik!” walaupun aku sudah berjalan menjauhnya aku tetap bisa mendengar suaranya.

©Don’t Go

Hari ini aku dan Sooyoung memutuskan untuk tidak pergi ke kantin karena kami malas dan merasa bosan jika berada disana. Lalu kami berbincang di taman sekolah yang terdapat air mancur kecil. Tidak lama kemudian aku melihat sosok Oh Sehun yang sedang berjalan kearah kami. Tunggu?! Kearah kami? Apa aku tidak salah berpikir?  Namun secara tiba-tiba Sooyoung berlari meninggalkan ku dan sebuah suara menghentikan ku ketika aku ingin mengejar Sooyoung.

”Yoona.”

Dan ternyata otak ku memang tidak salah berpikir dan tidak mengada-ngada. Buktinya dia telah ada dihadapan ku dan tadi memanggilku.

“Ada apa?” Aku bertanya padanya dengan maksud bertanya apa yang ia ingin lakukan atau bicarakan.

“Apa aku boleh meminta nomor mu lagi? Kemarin memory ku ke haputh dan aku tidak mengingat nomor mu.”

“Tentu saja. Kau bisa cari di gadget ku Sehun.”

Lalu aku memberi gadget ku dan dia mengambilnya. Setelah beberapa saat dia mengembalikan gadget ku lagi.

“Gomawo Yoona.”

Aku mengangguk lalu dia pergi meninggalkan ku.

Tepat saat Sehun meninggalkan ku Sooyoung muncul kembali layaknya seorang jin yang bisa menghilang atau muncul kapan saja.

“Kau kemana saja Syoo?”

“Aku? Aku tadi dipanggil oleh Sunny.”

“Dan kau sendiri kenapa tidak mengikuti aku?”

“Pffft.”

Dan perdebatan kami pun tiada hentinya sampai bel masuk berbunyi. Namun itu semua hanya candaan seperti biasa. Sooyoung sudah bersahabat bersama ku sejak berada di kelas 1 smp. Dan sekarang kami kelas 2 sma masih di satu sekolah yang sama namun berbeda kelas. Sungguh menyebalkan.

©Don’t Go

Hari ini seluruh murid akan dikumpulkan dilapangan. Ntah kenapa aku bersama Sooyoung sudah berada di tribun sekolah, aku juga tidak tau apakah ini disebut rajin atau ingin dilihat orang sebagai orang rajin. Padahal sebelumnya kami memang sedang berbincang ditribun. Oke lupakan masalah itu.

Dan sekarang aku melihat Sehun berjalan ke arah ku. Namun ku rasa tidak, dia sepertinya berjalan kearah teman nya yang bertepatan ada disebelahku. Tapi aku salah, dia datang kearah ku.

Tunggu!

Dia ingin melakukan hal apa?

Dengan tangan berada disebelah aku duduk dan kepalanya terarah kesamping kepalaku, tepatnya kupingku…

Tak lama terdengar suara dari mulutnya.

“Yoona, bolehkan aku meminjam uang mu? Uang ku ilang.”

Hanya meminjam uang dengan cara seperti ini? Tolong lah Oh Sehun. Kau membuat aku takut sekaligus merasakan jantungku yang berdetak lebih kencang.

“Ini satu won untuk mu.”

Dan yang bodohnya aku begitu saja langsung memberikan uang padanya. Ntah kenapa ini egoku atau kata hati ku.

“Hm.. baiklah, terimakathih Yoong.”

Aku pun mengangguk. Lalu Sehun pergi. Kini aku melihat Yoona sedang berdiam dan berdiri tidak lupa ada sebuah senyum yang berlebihan seperinya?

“Yoong! Apa yang Sehun lakukan padamu? Kalian harusnya sadar ini tempat umum!”

“Syoo diam lah. Dia hanya meminta uang ku.”

“Wth. Apa-apaan itu. Ah Sehun tidak asik sekali.”

“Sudah lah Syoo, untuk apa membahasnya? Tidak penting bukan.”

“Kau tau? Itu padahal kejadian langka Yoong.”

“Syoo sudahlah diam.”

Walaupun aku sudah mengatakan itu namun tetap saja Sooyoung tetap berbicara, namun aku lebh memilih diam dan tidak membalasnya sama sekali.

©Don’t Go

Hari ini adalah hari dimana aku akan menonton konser bersama Sooyoung. Dan yang paling mengejutkan adalah Sehun juga ikut serta dalam menonton konser tersebut. Dan kami pun berteriak bersama, memanggil nama idola masing-masing, dan memegang lighstick yang kami sudah miliki. Hal ini seperti takan pernah terjadi namun asli. Aku tak pernah membayangankan, ku kira Sehun bukan tipe orang yang sama seperti ku, apalagi memiliki idola yang sama. Konser hari ini pun terasa cepat. Tetapi saat pulang kami terpisah karena Sehun pulang bersama kakaknya dan aku bersama Sooyoung.

Sejak tadi pagi aku terbangun sampai berada disekolah, sebuah senyum tak pernah lepas dari wajahku. Tetapi tepat saat aku tepat berada tepat didepan kelasnya aku terdiam sebentar untuk mencari sosoknya. Dan setelah ketemu aku langsung mengalihkan pandanganku dan berjalan kembali karena tepat tadi aku menatapnya dia juga menatapku dengan serius? Tidak juga. Tidak mungkin malah. Namun baru beberapa langkah aku melangkahkan kaki ku menjauh dari tempat itu sebuah teriakan yang suaranya sudah ku hapal terdengar memanggilku.

“Yoona tunggu!”

Aku pun membalikan badan ku, tepat saat aku membalikan badanku dia sudah berada dibelakang ku.

“Ada apa cadel?” Cadel adalah panggilan dari ku untuknya.

“Nanti setelah pulang aku ingin bertemu dengan mu Yoong.”

“Eodiya?”

“Aku akan menjemputmu ke kelas ku.” Dia tersenyum manis padaku.

”Baiklah. Sampai nanti cadel.” Aku pun mengangguk lalu pergi meninggalkannya.

Dan tidak lupa senyum lebar dari wajahku tak pernah pudar sedetik pun. Kecuali.. ketika pelajaran dimulai dan guru guru yang menyebalkan datang. Namun, hal tadi sedikit aneh. Ku perhatikan wajah Sehun sedikit memucat? Mungkin ini hanya perasaan ku saja.

©Don’t Go

Waktu yang kutunggu pun akhirnya datang. Sangat tepat saat aku keluar dari kelas Sehun ternyata sudah menunggu ku mungkin. Tidak lama setelah Sehun ingin mengatakan sesuatu padaku Sooyoung pun muncul dengan wajah gembiranya yang muncul setiap saat.

“Sehun? Apa yang kau lakukan disini? Ingin menculik Yoona?”

“Diamlah ahjumma.” Sehun berbicara seperti itu dan hal itu membuat ku ingin tertawa, Sooyoung? Dia hanya menunjukan wajah kesalnya pada Sehun.

“Kau berbicara apa?! Aku ini masih muda!”

“Tertherah.”

“Harusnya kau yang diam. Bicara lancar saja susah.”

Sehun pun terdiam. Dan terjadi keheningan diantara kami.

“Syoo. Aku dan dia ingin bicara sebentar. Kau pulang sendiri tak apa?” kataku yang memecahkan keheningan.

“Berdua saja? Kurasa aku akan mendapatkan sebuah hadiah nanti. Hm baiklah! Sampai jumpa kalian kkkkk.” Syoo menyengir dengan cengiran khas nya.

Setelah itu cadel memegang tanganku. Bagaimana pun juga ini hal yang aku pun tak pernah menyangka sebelumnya.

©Don’t Go

Kami berhenti ditempat sepi. Yang ku tau ini adalah taman belakang sekolah.

Cadel terdiam dan aku pun begitu.

“Aku-.” Kami mengucapkan hal yang sama dan juga diwaktu yang bersamaan.

“Kau dulu Yoong.”

“Tidak kau dulu cadel.”

“Baiklah. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku… a-aku a-a-aku thebenarnya menyukaimu Im Yoona. Aku tak punya alathan, dan aku juga tidak tau mengapa.”

Aku terdiam sejenak untuk memastikan aku bermimpi atau tidak? Namun aku sadar ini emang bukan mimpi. Dan apakah alat pendengaranku yang salah? Ah sepertinya tidak, aku normal normal saja, aku yakin.

Aku menatap cadel, tatapan nya begitu hangat. Membuatku benar benar terasa nyaman.

“Hm cadel. Sepertinya aku juga.” Hal itu lah yang terlontarkan dari mulutku.

“Tapi Yoong. Kita tidak mungkin untuk berthama.”

Aku terdiam, baiklah kata – kata itu cukup menusuk untuk ku. Bagaimana bisa setelah mengatakan menyukai dan bilang tidak bisa bersama? Oh mungkin maksud menyukai ialah tidak mencintai. Bukankah menyukai dan mencintai begitu banyak perbedaan? Ntahlah.

“Apa maksudmu?” setelah beberapa saat akhirnya aku berani berbicara.

“Aku hanya tidak ingin kau thakit hati karena ku. Aku hanya ingin jujur kepadamu namun kita tidak bitha berthama, maaf Yoona.”

Aku beranikan untuk melihat kembali wajahnya, namun tidak bisa dia hanya menunduk.

“Aku tak apa Cadel.” Dengan sekuat tenaga aku tersenyum. Aku tau jika Sehun melihat senyuman ku dia pun menyadari bahwa itu adalah senyum palsu.

Dia masih terdiam, dan sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari tempat ini secepatnya. Ntah kenapa aku benar-benar ingin menangis saat ini juga, namun tidak mungkin jika harus didepan seorang Oh Sehun.

“Sampai nanti cadel aku ingin pulang.”

Aku berbalik badan dan mulai ingin berlari, namun sebuah tangan menghentikan ku dan mendekapku dalam pelukannya. Sekarang aku menangis. Bodoh memang, kenapa aku harus menangis padahal disini masih ada dia. Im Yoona kau sungguh bodoh.

“Yoong.”

Dia memanggil nama ku lembut namun aku diam, dan aku juga yakin jika dia sudah tau aku menangis juga mengakibatkan almater sekolahnya menjadi basah.

Dia mengelus rambutku. Tolong cadel hentikan. Ingin sekali aku berteriak seperti itu.

Dan sebuah hembusan napas terasa dikupingku sebelah kanan.

“Tharanghae.”

Itu adalah bisikan darinya, bisikan yang lembut namun menurutku sangat menusuk.

Tak lama dia pun melepas pelukan ku dan aku langsung berlari begitu saja.

©Don’t Go

Hari ini aku terpaksa untuk datang ke sekolah. Padahal aku tidak niat sama sekali. Baru saja aku memasuki gerbang sudah ada sosok Sooyoung disitu, aku tau dia menyadari raut muka ku yang begitu kusam? Mungkin.

“Yoong? Waeyo? Apa kau sudah tau hal itu?”

Hal itu? Apa maksudnya hal itu? Harusnya kan aku yang bertanya apa dia sudah tau kejadian kemarin? Kenapa dia yang menanyakan?

“Hal apa syoo?”

“Jadi kau belum tau? Kenapa wajah mu begitu muram?”

“Kau beritau dulu hal apa itu baru aku memberi tau tentang aku.”

“Baiklah, ikut aku.”

Sooyoung menarik ku ke sebuah gudang sekolah, sebenarnya gedung musik namun sudah tidak terpakai. Lalu Sooyoung mendudukan aku disebuah kursi yang telah disiapkan? Tunggu! Disiapkan? Apa maksud hal ini?

“Ini apa Syoo?”

“Kau duduk manis disini. Hm aku keluar dulu.”

Tepat saat Sooyoung keluar ruangan dan ruangan pun menjadi gelap, sebenarnya aku ingin berteriak karena aku memang takut gelap. Tetapi hal itu aku urungkan saat aku melihat cahaya dari sebuah layar.

Semula-mula layar itu bertuliskan:

For Im Yoona

“Untuk ku?” aku bergumam, padahal jelas – jelas aku tidak mengerti maksud ini semua.

Lalu setelah itu sebuah suara gitar terdengar oleh indera pendengaran ku.

Lagu yang tidak terlalu mellow menurut ku. Nada lagu tersebut cukup bagus. Dan seseorang sekarang sedang ku dengar dia bernyanyi. Aku tau suara ini adalah suara Sehun. Yang ada di layar itu adalah Sehun yang sedang memainkan gitar dengan membelakangi?

Aku tersenyum manis.

 Jogeuman nalgaetjit neol hyanghan ikkeullim naege ttaraora sonjitan geot gataseo

Aejeolhan nunbitgwa mueonui iyagi gaseume hoeoriga morachideon geunal bam

Omyohan geudaeui moseube neogseul noko hanappunin yeonghoneul ppaetgigo
Geudaeui momjise wanjeonhi chwihaeseo sum swineun geotjocha ijeobeorin nainde

Walcheucheoreom sappunhi anja nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha~

Nal annaehaejwo~
Yeah geudaega salgo inneun gose nado hamkke deryeoga jwo
Oh, sesangui kkeuchirado dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo
Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi

oh woo-hoo-hoo oh yeah yea woo-hoo-hoo yeah woo-hoo-hoo

Listen

Eodiseo wanneunji eodiro ganeunji chinjeolhi yeogikkaji majungeul wajun neo
Gapareun oreumak kkakkajin jeolbyeokdo geokjeongma mueotdo duryeoul geosi eobseuni

Neoneun ppomnae uahan jatae
Oh nan myeot beonigo banhago
Sarangeun ireoke nado moreuge
Yegodo eobsi bulsie chajawa

Walcheucheoreom sappunhi anja nuneul ttel su eobseo siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha oh no!

Nal annaehaejwo~
Yeah geudaega salgo inneun gose nado hamkke deryeoga jwo
Oh, sesangui kkeuchirado dwittaragal teni
Budi nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji Oh Kkumeul kkuneun georeum geudaen namanui areumdaun nabi…

Natseon goseul hemaenda haedo gireul irheobeorindaedo nuguboda soljikhan naui mameul ttareulgeoya
Joyonghi nune ttuineun momjit ganghago budeureoun nunbit
Geobuhal su eomneun nanikka~~ yeah~~

Nal deryeogajwo~
Yeah geudaega salgo inneun gose nado hamkke deryeoga jwo
Oh, sesangui kkeuchirado ttaragalge oh no!
Nae siyaeseo beoseonaji marajwo achimi wado sarajiji marajwo oh
Jogeumahan sonjit naui gaseumen hoeoriga chinda..

woo-hoo-hoo, oh yeah yea woo-hoo-hoo oh yeah yea woo-hoo-hoo

Dan sampai akhirnya lagu itu berakhir. Terdapat slide-show di layar tersebut.

Maaf suara ku tidak merdu.

Kau tau Yoona? Aku memaksa Chanyeol untuk mengajari ku bermain gitar dengan baik.

Dan akhirnya aku bisa.

Ini memang bukan apa-apa.

Dan maaf hanya bisa berbicara lewat hal ini?

Hehehe

Apa kau tau? Petemuan awal kita yang menurutku adalah hal yang sangat akward.

Dan kemudian sahabatmu yang seperti jerapah mendatangiku lalu menanyakan namaku.

Disitu juga terdapat kau dengan wajah yang sangat weird menurutku.

Maaf just kidding Yoong. Kau cantik. Sampai kapan pun kau tetap menjadi orang cantik.

Dan kau ingat saat aku menghampiri mu untuk meminta nomor mu karena ilang? Aku sangat butuh mental. Ntah kenapa aku merasa takut. Apalagi saat aku menghampiri mu di tribun sekolah. Aku juga tidak tau kenapa aku menghampiri mu dan meminta dari mu. Sungguh sebenarnya iu hanya candaan.

Dan soal kemarin. Aku ingin minta maaf Yoong.

Bukan maksud ku seperti itu.

Namun kenyataan nya memang seperti itu.

Aku memang menyukaimu, bahkan mencintaimu ntah sejak kapan. Dan aku tau ini terasa cepat atau waktu yang memang terlalu cepat?

Sekarang ku beri kau alasan yang sebenarnya.

Tidak penting jika sekarang aku masih merahasiakannya.

Im Yoona.

Jika aku mempunyai 2 nyawa atau lebih…

Aku pasti akan menjadikan mu lebh dari teman atau senior ku.

Dan saat besar nanti aku juga ingin menkahi mu.

Namun itu hanyalah sebuah ‘jika’ karena aku pada kenyataan nya hanya mempunyai 1 nyawa.

Jika aku mempunyai sebuah kehidupan baru. Apakah aku bisa bersama mu lagi? Ku sangat mengharapkan itu.

Kau tau? Aku salah mencintai mu. Sebenarnya aku tidak boleh mencintai siapapun karena aku akan menyakitinya. Dan aku juga tidak pernah ingin menyakiti orang yang aku cintai.

Baiklah maksud dari semua ini adalah… ini sebuah ungkapan dari ku, tulus. Benar – benar tulus dari hatiku.

Sebenarnya aku mempunyai penyakit tumor ganas. Tumor itu ternyata lebih hebat dari diriku sendiri. Bahkan tumor itu semakin hari semakin memburuk. Tepat dimana aku mencintaimu penyakitku menjadi memburuk. Hanya saja aku juga tidak bisa kalau aku hanya memendam perasaan ku. Tepat disaat kemarin aku memberanikan diri bicara padamu untuk mengungkapkan nya.

Dan hari itu juga hari terakhir kita bertemu. Hari yang pahit menurutmu bukan?

Maafkan aku, hari dimana terakhir kita bertemu tidak ada kenangan indah sekalipun.

Hari itu juga.. tepat dimana kau langsung berlari ingin rasanya aku menangis, aku tau aku namja cengeng. Biar saja. Namun ini aku. Dan setelah itu kurasakan sesak yang lebih hebat dari semuanya, namun tidak sehebat sesak yang kurasakan saat kau menangis dipelukan ku. Begitupun aku langsung dibawakan ke rumah sakit. Dan dokter yang biasanya merawatku pun menyerah. Pihak rumah sakit juga tidak bisa apa-apa. Dan aku juga pasrah, sebelumnya aku memang tau hal ini akan terjadi.

Dan ini hal terakhir yang ingin aku sampaikan padamu.

IM YOONA. SARANGHAE.

 

Aku menangis? Tentu saja. Bagaimana pun aku juga seorang manusia bisa menangis. Apalagi hal ini. Tak lama kemudian pintu terbuka, aku melihat Sooyoung berlari kearah ku lalu memeluk ku.

“Jangan menangis Yoong. Sehun taakan suka jika kau menangis.”

Aku pun makin tersiak dan Sooyoung mempererat pelukannya padaku.

Tatapan ku kini menjadi kosong. Aku benar-benar seperti mati rasa. Ntah seperti aku tak ingin hidup. Dan tunggu. Aku melihat cadel? Dipojok ruangan aku melihat sebuah cahaya dan terdapat cadel disana dengan tatapan yang tidak aku mengerti.

”Cadel….?”

©Don’t Go

Sebelumnya maaf kedikitan._. Dan yang diatas emang pengalaman aku. Hanya saja aku bedakan latar dan uang 1 won itu sebenernya seribu… Tapi ending aku ubah. Karna dia sampe sekarang belum mati-_- aku nulis ini karena sesuatu. Dia emang aku panggil cadel karena sebenernya dia gabisa ngomong r bukan s. Dan yang nonton konser sebenernya itu nonton smtown. Itu bener hanya saja waktu itu aku ga bareng dia, maksudnya gadisatu tempat. Dan maksud aku nyuruh para readers/? mendalami bukan maksudnya untuk merasakan jadi aku, aku pengen tau feel kalian aja/? Apa kalian sedih atau nangis atau gadapet feelnya, curcol dikit.. ff ini sebenernya pengantar tidur, dan diakhir bikin ff aku nangis sendiri, aku gatau kenapa…. Maaf untuk typo-_- Oke sekian! Terimakasih.

Comment jsy.

Our Time Is Here (Chapter 2)

our time is here

Author: Kiddoxe

Cast: Xi Luhan, Jessica Jung, Oh Sehun, other.

Genre: school life, angst

Backsound: Our Time Is Here – Demi Lovato

Ini sebagai janji buat reader yang kemaren coment. Makasih yaaa:D Tapi maaf kalo kali ini alurnya nambah gajelas-_- Hehe

Happy reading!

 

“Ternyata masih mengingatku Mao-Mao.”

Luhan bergumam pelan lalu menaruh gadget Jessica ke dalam loker dibawah meja nya Jessica. Ya Mao-Mao adalah panggilan Jessica di China yang diberi dari Luhan. Mao-Mao sebenarnya lebih cocok untuk nama hamster, tapi ntah kenapa Luhan menamai Jessica dengan nama itu, dulu.

©OurTimeIsHere

Saat tadi Jessica melangkahkan kakinya keluar kelas, Sehun ingin mengikutinya, ntah kenapa. Namun saat dia ingin keluar dia mendapati sosok Park Chanyeol, lalu dengan malas dia masuk ke kelas kembali, tetapi niatnya diurungkan saat dia mendengar seseorang berteriak “Sica-eonni!” dengan itu dia melihat seseorang yang memanggilnya ‘Jadi itu adiknya yang kemarin?’ gumamnya dalam hati lalu melihat Jessica yang dipanggilnya namun tidak menoleh sama sekali, mungkin Jessica tidak mendengarnya. Dan saat seseorang yang meneriaki Jessica lewat dihadapan Sehun, dia langsung menarik tangan tersebut

“Kau siapa?” tanya orang tersebut menatap Sehun aneh.

“We need to talk.” kata Sehun datar.

Orang itu semakin menatap Sehun heran lalu melepaskan tangan Sehun dengan kasar.

“Hm baiklah wthever, tapi harus cepat.”

Dan selanjutnya Sehun membawa orang itu kesuatu tempat. Dan Chanyeol hanya terdiam, ya kali ini dia tidak ingin ikut campur. Karena dia takut Sehun akan mengamuk padanya. Sangat seram pasti,pikirnya.

“Kau adik Jessica?”

“Iya, kau siapa?”

“Hm, aku Sehun. Oh Sehun.”

“Kurasa aku tau.”

“Benarkah? Lalu kau siapa?”

“Ya, eonni pernah cerita tentang teman-temannya. Krystal. Krystal Jung.”

“Apa yang dia ceritakan? Tunggu. Jessica bisa berbicara?”

“Kau pikir kakak ku ini bisu apa? Ya tentu!”

“Maaf aku..”

“Ya aku mengerti. Kau orang yang baik sunbae. Baiklah ku pikir aku harus menceritakan semuanya.”

Pembicaraan Sehun terpotong karena ucapan Krystal.

Krystal diam sejenak. Lalu melanjutkan pembicaraannya.

“Sebenarnya kakak ku bukan orang yang seperti itu. Hal ini karena kejadian 3 tahun yang lalu…”

Krystal benar-benar menceritakannya dari awal sampai akhir.

Sehun pun mengerti, dia memang penasaran dengan pribadinya Jessica, dan akhirnya hal ini membuat rasa penasaran nya berkurang.

Sehun terdiam sejenak, dia baru tersadar saat Krystal bercerita, Krystal menyebutkan nama ‘Xi Luhan’ yang dikatakan bahwa dia adalah mantan Jessica yang membuat hidup Jessica menjadi bertolak belakang. Dia juga baru ingat saat dia membuka account weibo sy_jessica ada nama Xi Luhan disitu, pantas saja dia merasa familiar dengan murid baru terserbut.

“Xi Luhan? Kurasa ku tau. Dia itu baru pindah ke sini hari ini.”

itu lah yang dilontarkan dari mulut Sehun.

“BENARKAH?!”

Krystal berbicara dengan menaikan beberapa oktafnya, Sehun pun mengangguk. Sekarang dia tidak menyangka jika masa lalu kakaknya akan kembali ke kehidupan kakaknya.

“Bagaimana ini sunbae.”

“Apa yang bagaimana?”

“Mau kah kau menolongku? Kau tau sunbae? Jika aku sekarang datang ke kelas kau dan terdapat Lu gege disana… aku yakin aku bisa membunuhnya sekarang. Tapi maksud keinginanku, aku ingin kau menjaga Jessica eonni. Sebenarnya aku bisa menjaga eonni ku, tetapi aku tidak bisa setiap saat. Ku mohon sunbae.”

Suara Krystal benar-benar dibuat memohon, tidak, sebenarnya tidak dibuat buat, hanya saja Krystal benar-benar ingin meminta tolong kepada Sehun. Akhirnya tidak lama Sehun pun mengangguk.

“Aku akan membantu dirimu. Terimakasih sudah memberitau ku semuanya Krystal-ssi. Hmm.. aku pergi.”

Tepat setelah itu Sehun meninggalkan Krystal. Berbagai pertanyaan mulai timbul di benak nya. Dia tidak tau, apakah dia mulai menyukai sosok Jessica? Atau hanya mengagumi? Dia juga takut jika Luhan yang kembali dapat mengambil hati Jessica kembali. Semua hal tersebut membuatnya bingung harus bagaimana dan melakukan apa.

 ©OurTimeIsHere

Sehun berjalan disekitar koridor kelas, karena sebelumnya tadi dia sudah memasuki dan langsung mencari sosok Jessica, tapi ternyata nihil. Dia juga tak tau kenapa harus Jessica yang pertama kali dia pikirkan. Ah iya karna Krystal menyuruhnya untuk menjaga Jessica.

Sehun ternyata menemukan Jessica… tetapi terdapat Luhan disana. Ntah dia tidak takut apa yang dikatakan Luhan kepada Jessica disitu, namun Sehun langsung menghampiri Jessica dan menarik tangan Jessica untuk menjauh dari Luhan, saat itu terjadi terdapat tatapan bingung dari wajah Luhan.

 ©OurTimeIsHere

Before

 “Mao mao!” Luhan memanggil Jessica, namun yang dipanggil tak pernah menoleh.

 “Hey!”

 “Jessica Jung aku berbicara padamu!”

 “Kau tidak mengingat ku?”

 “Mao mao berbicaralah padaku.”

 “Mao mao.”

Luhan terus berbicara pada Jessica sampai akhirnya dia menarik tangan Jessica.

“Berhenti memanggilku mao mao, dan jangan pernah berbicara padaku lagi.”

baru kali ini Jessica mengeluarkan suaranya disekolah.

 “Ada apa dengan mu Jess?” Luhan bertanya layaknya orang bodoh.

 Jessica diam, dia tak habis pikir, bagaimana bisa Luhan bertanya seperti itu padanya. Dia benar-benar sudah muak dengan Luhan yang kembali bagaikan tak pernah bersalah padanya. Padahal sudah jelas-jelas Luhan yang mengancurkan hidupnya.

 Setelah beberapa lama, sebuah tangan menariknya dengan itu genggaman Luhan pun terlepas dari tangannya.

 

 ©OurTimeIsHere

Ternyata Sehun membawa Jessica ke atas gedung kelas. Sehun tak peduli dengan bel yang sudah berbunyi tandanya kelas sudah memulai pelajaran

“Berhentilah berpura-pura Jessica Jung.”

Jessica hanya diam menatap Sehun. Lalu Sehun meninggalkan Jessica yang masih terdiam lalu menatap punggung Sehun yang mulai menjauh.

Setelah itu Jessica memutuskan untuk pulang kerumahnya. Dan sampai malam tiba pun bahkan Jessica tidak bisa tertidur karena dia memikirkan kata-kata Sehun tadi ‘Berhentilah berpura-pura Jessica Jung’

Apa maksud Sehun? Padahal Sehun tidak pernah berbicara pada Jessica sebelumnya, dan oh ya mungkin memang Sehun tau sosok Jessica yang pendiam layaknya orang bisu karena Sehun pernah menolongnya. Tetapi apa maksud kata dari berhentilah berpura-pura? Bagaimana pun Jessica tidak pernah berbicara disekolahnya dengan siapapun, terkecuali tadi dengan Luhan. Setau Jessica juga Sehun tidak tau sosok Jessica.

Saat dimana Jessica sedang perang dengan pikirannya sebuah suara ketukan terdengar dari luar kamar Jessica atau lebih tepatnya pintu kamar Jessica. Dan saat beberapa saat pun suara yang sangat familiar muncul.

“Eonni. Bolehkah aku masuk?”

Jessica tersenyum, dia kira yang datang adalah pembantunya yang akan menyuruh Jessica makan, padahal Jessica sedang tidak mood makan atau sebagainya.

“Buka saja, pintunya tidak terkunci Krys.”

Dan setelah itu Krystal muncul dari balik pintu.

“Eonni kenapa tadi pulang duluan? Padahal aku menunggu mu diparkiran dan setelah itu Lee ahjussi bilang kau sudah pulang.”

Krystal mem-pout kan bibirnya agar terkesan manja kepada kakaknya.

Jessica terkekeh pelan.

“Aku hanya merasa sedikit pusing, jadi aku pulang duluan saat 2 jam pelajaran sebelum berakhir.”

“Kau diperlakukan apa lagi oleh teman-teman mu?”

kali ini Krystal menatap Jessica dengan tajam.

“Tidak, tidak ada.”

Jessica menggelengkan kepalanya pelan.

“Lalu penyebabnya kenapa?”

“Aku sudah bilang kan? Aku sedikit pusing Krys, sungguh.”

Akhirnya tatapan tajam dari Krystal pun berakhir.

“Baiklah kali ini aku percaya. Hmm eon, apa kau mengenal Sehun sunbae?”

“Sehun? Oh Sehun? Yang pernah aku katakan ke kamu jika dia orang yang mempunyai paras yang tampan itu?”

“Hahaha iya, kau benar eon, aku tadi bertemu dengannya.”

“Bertemu?”

“Ya, dia menanyakan tentang dirimu.”

“Untuk apa?”

“Tidak tau.” Krystal menggeleng pelan.

“Lalu? Kau mengatakan apa padanya?”

“Tapi eon jangan marah. Aku menceritakan semuanya.”

Krystal tertunduk, dia takut jika kakaknya tidak terima.

pantas saja Sehun berbicara seperti itu padaku’ kata Jessica dalam hati. Ternyata hal itu lah yang membuat Sehun berbicara tadi kepada Jessica.

“Aku tidak marah Krys.” Jessica mengusap rambut adiknya tersebut.

“Benarkah?”

Jessica mengangguk.

“Sehun orang yang baik. Tak apa.”

Krystal tersenyum, pikirannya ternyata sama dengan kakaknya yang berpikir Sehun orang yang baik itu benar.

Lalu… Krystal berpikir sebentar untuk mencari topik yang dia ingin bicarakan.

“Eon.. Lu ge kembali? Benarkah?”

Pertanyaan itu lah yang dilontarkan Krystal, sebenarnya pertanyaan tersebut sudah muncul dibenak Krystal saat Sehun mengakatakan hal tersebut padanya. Namun hal ini hanya memastikan.

“Kau tau itu?”

“Ya eon… Take a way from him sist.”

Krystal tau betul kakaknya pasti akan selalu mengingat masa lalunya. Apalagi dengan munculnya Luhan ke hidup Jessica lagi.

“Aku tak tau kenapa menjadi seperti ini. Hidupku akan selalu hancur. Bad life ever.” Jessica tersenyum miris.

“Sttttttt! Eon berhenti mengeluh dan berkata seperti itu.” Ketika itu juga Krystal langsung memeluk Jessica.

“Menangislah.” suruh Krystal kepada kakaknya, dan benar saja Jessica langsung menangis dipelukan Krystal.

Malam itu, Krystal tidur dikamar kakaknya karena permintaan Jessica, ntah kenapa Jessica ingin ditemani oleh Krystal.

 ©OurTimeIsHere

Pagi ini Jessica sudah bersiap-siap. Krystal pun sama. Mereka pun sudah beres sarapan dan segera berangkat ke sekolah. Dan setelah mereka membuka pintu untuk menuju mobil mereka, terdapat seseorang di depan pintu gerbang rumah mereka.

Jessica kaget, Krystal pun tak beda dengan reaksi Jessica.

Lalu orang itu berteriak padanya.

“JESSICA!”

-tbc-

 

Dimohon komentarnya:D Makasih untuk membaca!

Ah iya, sebenernya aku punya sequel buat la la land. Tapi apa boleh buat gaada respon dari readers jadinya aku juga males untuk post.

[Songfic] Different Summers

different summers

 

 

Oke ini gagal-_- Ini songfic pertama kiddoxe wkwk. Jadi ya begitulah. Maaf untuk typo dan segalanya 😀 Cerita ini terinspirasi dari film finding nemo, novel, dan yang lainnya. 

 

Kiddoxe’s present

Romance, little bit angst.

Rated for Teens

 Started with:

Jessica Jung

Xi Luhan

Backsound:

Different Summer – Demi Lovato

 

 

 

 

 

We’re like melody with no words

 

Until we figure it out

 

We sing la la la la la la

 

 

 

Semua hari ku, kuhabiskan dengannya, hanya dengannya dan selalu dengannya sampai kapan pun, bahkan ku ingin selamanya.

 

Kami suka bernyanyi, setiap malam atau diwaktu senggang yang kami punya. Dan lagu yang dinyanyikan selalu sama.

 

“Jessica ingin bernyanyi?”

 

“Tidak. Ku ingin kau ikut bernyanyi. Tetapi kau hanya memainkan piano saja. Kau curang xi luhan.”

aku membuat wajahku menjadi wajah yang kesal sekesal mungkin.

 

“Kau ,lucu dengan muka seperti itu sica.”

 

“Please god.”

 

“Ya ya, baiklah aku ikut bernyanyi.”

 

“Janji?”

 

“Tentu saja sica.”

 

“Buktikanlah padaku.” aku tersenyum.

 

“Nah kalau tersenyum seperti itu kau bahkan terlihat sangat cantik sica.”

 

/blush/

 

Oh tidak. Luhan selalu saja. Ku yakin pipi ku sudah menjadi kepiting rebus karna dibuatnya.

 

“Shut up. Let’s sing now.”

 

“Yes my sica.”

 

Selanjutnya aku tersenyum dan dia mulai menekan tuts piano dengan lembut. Pada akhirnya kita pun bernyanyi bersama.

 

I know it’s simple yeah

 

But it’s worked right up ‘till now

 

Cause, up ‘till now, yeah

 

 

 

Beberapa kali kau selalu menyatakan hal yang sama, melakukan hal yang sama, berekspresi yang sama dan semua resoin dari ku pun sama. Semuanya selalu sama.

 

“Aku tau ini kau luhan.” kataku saat sepasang telapak tangan menutupi kedua mataku.

 

“Hahaha kau pintar.”

 

“Aku memang pintar.”

 

“Kau tau sica? Aku sangat mencintaimu.” kali ini tangannya berpindah menjadi melingkar di pinggang rampingku.

 

“Aku tau, aku pun sama denganmu.” aku memegang tangannya lembut. Lalu dia menaruh kepalanya dipundakku. Sungguh manja sekali. Xi Luhan, in the fact I love you than you know.

 

 

 

Everyday’s been like a dream world

 

Oh, but now you’re not just in my heart, oh no

 

 

 

Aku terbangun dari tidur ku, lalu ku sedikit menggerakan tubuhku, tapi.. terasa sulit?

 

‘Jessica why you so stupid?’ Hampir saja aku berteriak ketika tersadar seseorang telah mengunciku kedalam dekapannya. Kini kupandang wajahnya dengan lekat dan cukup lama. Wajah polos milik Xi Luhan, ah tidak, lebih tepatnya wajah sempurnya milik Xi Luhan, semua bagian wajahnya memang terlihat begitu sangat sempurna dimata ku, membuat ku tak pernah ingin mengalihkan pandanganku. Namun sampai sekarang ntah kenapa aku hanya merasa ini adalah sebuah mimpi indah disetiap harinya. Dia menjadi milik ku dan aku menjadi milik nya, itu terasa sebuah mimpi. Dan hidup bersamanya pun aku hanya merasa itu adalah sebuah mimpi. Sebuah mimpi yang sangat indah, but thank’s good. Ku tau sebenarnya ini bukan mimpi. Ini semua adalah nyata. Kehidupan ku yang sungguh nyata.

 

 

 

Will we remember different summers

 

It’s like tossing your heart to see where it lands

 

Heads it easy

 

Tail is harder to plan

 

If we’re starting all over again and again and again

 

 

 

 

 

Luhan masih belum terbangun. Sebuah ide pun muncul dibenakku ‘semoga hal ini berhasil sica’ gumamku dalam hati.

 

Aku langsung beranjak dari tempat tidur namun perlahan. Dan untuk mengangkat tangan Luhan juga pelan-pelan, bahkan sangat pelan agar dia tidak terbangun.

 

Langkah pertama aku mulai mencabut beberapa bingkai foto dikamar ku bersama Luhan, tidak diseluruh rumah ini. Dan tidak lupa aku sembunyukan gadgetnya dan sebuah notes atau lebih tepatnya sebuah diary miliknya.

 

Setelah rencana ku selesai aku putuskan untuk membersihkan diriku sembari menunggu dia terbangun dari tidur nyenyaknya.

 

Aku pun beres merapikhan diriku, dan soal Luhan.. ternyata dia belum terbangun dari tidurnya, mungkin dia cukup lelah.

 

Kemudian aku mengambil sebuah buku yang awalnya ingin ku sembunyikan. Untuk sebenarnya aku sudah sering membaca buku ini dari halaman pertama, hanya saja aku tidak pernah merasa bosan, buku ini adalah buku yang sangat penting untuk Luhan.

 

Aku duduk disebuah sofa didalam ruangan itu. Dan akhirnya Luhan terbangun, matanya tertuju padaku, dengan tatapan bingung.

 

“Siapa dirimu?”

 

Aku tersenyum. Lebih tepatnya tersenyum paksa. Ternyata aku gagal. Hatiku sakit, tidak tapi ini salah ku.

 

“Maaf, ini kamarku. Bisa kah kau keluar dari kamarku?”

 

Aku menurutinya. Aku keluar dari kamarnya yang sebenarnya adalah kamar kami.

 

“Selamat pagi dan datang di hari baru xi luhan.” kata ku sebelum menutup pintu tanpa melihat responnya terlebih dahulu.

 

Ku kira tanpa hal-hal itu dia akan ingat kepadaku, minimal ingat siapa aku. Ternyata aku salah. Penyakit itu lebih hebat daripada ku. Penyakit yang diderita Luhan, ntah apa nama penyakit itu aku pun tak tau. Hanya saja hal itu pasti sulit untuk Luhan, setiap bangun daritidur nya dia pasti tidak akan pernah mengingat apa yang dia lalui kemarin jika tak ada media untuk mengingatkannya. Kau tau film finding nemo? Lebih tepatnya sosok Dory, seperti itulah Luhan.

 

Aku juga tak mengerti, aku tak mengerti kenapa aku bisa mencintai seorang Xi Luhan yang padahal dia hanya akan mengenalku dalam sehari dan keesokaannya baru seperti mengenalku.

 

Aku menangis diruang tamu. Ini salah ku, semua ini ulahku.

 

 

 

Only Friends

 

Just beginning

 

But I hope that we find it again

 

So we can go from here

 

 

 

Seperti awal. Ya awal berteman. Aku termenung sendirian.

 

Dan Luhan keluar dari kamarnya, dia melihat aku, aku pun menunduk. Kusudah merasakan pasti dia berjalan kearah ku, dan benar dia ternyata langsung memelukku.

 

“Sica jangan menangis.”

 

Aku diam. Sica? Aku tak salah dengar?

 

”Aku mengingatmu, dirimu selalu akan aku ingat. Aku tidak tau siapa aku, tetapi aku mengenal kamu, kamu bagian yang terpenting dalam hidupku.”

Will we remember different summers

-End-

Gaje ya maaf-_- 

Makasih udah baca! Jangan lupa coment hehehe ^_^

 

Alone (Chapter 2)

alone poster

Author: Kiddoxe

Genre: Horror

Rating: G

Length: Chapter

Cast:

Jung Soojung

Jung Sooyeon

Victoria Song

Jung Yunho

 

Seperti sebelumnya, ff ini pernah di post di horrorrps o_o

 

Selamat membaca!

 

 

“EOMMA APPA TOLONG AKU JEBAL!!”

Setelah mendengar sebuah teriakan tersebut yunho dan victoria langsung saling pandang dengan wajah khawatir, lalu mereka segera berlari menuju sumber suara

“Waeyo soojung-a?” tanya vict yang melihat soojung berbalut handuk didepan kamar mandi dengan tatapan takut.

Soojung lalu menatap ibu nya dan berkata “Ta tadi pintu ini terkunci dari lu luar.”

Ibu dan ayah soojung terlihat bingung saat soojung mengatakan itu

“Benarkah?” tanya yunho dengan memiringkan sebelah alisnya

Soojung yang ditanya oleh ayahnya hanya mengangguk pelan.

“Hm.. mungkin pintu nya rusak. Sekarang lebih baik kita makan malam dibawah. Cepat pakai baju mu soojung.” kata yunho sambil mengusap rambut soojung pelan

“Eomma aku ingin ditemani ke kamar.” pinta soojung sambil memegang tangan ibunya sebelum ibunya bergi.

“Aku mohon.” pinta nya lagi dengan wajah yang dibuat sangat memohon.

Akhirnya ibunya mengangguk dan berkata “Baiklah soojung.”

Alone©

Soojung turun ke arah ruang makan mendahului ibunya. Soojung tak sengaja melewati kamar dan disaat itu juga soojung mendengar suara sebaya dengan dirinya sedang menangis. Dengan rasa penasaran soojung memegang kenop pintu dan ingin membukanya perlahan… “Soojung-a!” panggil ibu nya dengan volume sedikit keras “Ah eomma kau mengagetkan ku.” balas soojung yang mendapati ibu nya sudah berada dihadapan nya “Sedang apa? Ayo kita ke meja makan, appa mu sudah menunggu.” ajak ibu nya namun soojung menggeleng pelan “Ada apa?” tanya ibunya heran “Apakah ada orang disini? Ini sebuah kamar kan eomma?” tanya soojung dengan nada bicara yang penasaran

“Tentu tidak. Bukan, ini sebuah gudang. Kenapa soojung-a?”

“Tadi aku mendengar seseorang sedang menangis dari dalam ruangan ini.”

“Tidak ada siapa pun selain kita soojung-a. Itu hanya halusinasi mu saja. Habis makan lebih baik kau langsung tidur.”

“Ya eomma, mungkin aku terlalu capek dan berkhayal.”

“Ayo kita sekarang ke meja makan.”

Lalu soojung menganggukan kepala dan mengikuti ibu nya berjalan ke arah meja makan.

Ntah kenapa soojung terlihat tidak mempunyai napsu makan. Buktinya daritadi soojung hanya memainkan sendok dan garpu diatas santapan malam nya. Ayah ibu nya yang melihat kejadian tersebut hanya bingung dengan kelakuan soojung yang berubah secara spontan ini.

“Soojung-a kenapa tidak dimakan?” tanya ayahnya soojung

Soojung terdiam sebentar untuk memikirkan kata kata ayah nya yang barusan ia dengar, dan sepertinya saat ini otak soojung sedang bekerja lambat.

“Hah?” akhirnya hanya itu yang keluar dari mulut soojung. Sungguh soojung sangat bingung dengan dirinya saat ini.

“Makan malam mu. Kenapa tidak dimakan?” tanya ayahnya sekali lagi

“Oh tidak apa – apa, kurasa aku sedang tidak napsu makan appa.” dan akhirnya otak soojung dapat kembali bekerja dengan menjawab pertanyaan ayahnya

“Kau sakit?” kini giliran ibu nya yang bertanya

Soojung menggeleng.

“Lalu kenapa?” ibu nya pun bertanya lagi

“Tidak. Aku tidak apa – apa. Hm aku ingin tidur. Selamat malam eomma appa.”

Soojung beranjak dari tempat duduk nya dan langsung menuju kamarnya. Dia juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi padanya, hanya saja soojung seperti sedang dikelilingi aura kelam.

Setelah beberapa lama soojung pamit untuk tidur victoria langsung mengunjungi kamar soojung untuk mengecek. Dan benar saja ternyata soojung sudah tertidur. Mungkin soojung benar benar lelah hari ini. Victoria memasuki kamar soojung dengan langkah perlahan agar tidak menimbulkan suara supaya tidak membangunkan soojung, saat sampai disebelah soojung ia langsung menyelimuti soojung yang memang kebetulan tidak memakai selimut lalu mengecup kepalanya “Sleep tight soojung-a” kata ibu nya pelan lalu beranjak untuk keluar kamarnya. Tidak lupa ibunya mematikan lampu kamar soojung baru menutup pintu kamarnya.

Alone©

Soojung terbangun dari tidur nya dimalam hari. Soojung terbangun dengan keadaan berkeringat dan napas yang beradu. Ini karena soojung mendapat mimpi buruk saat tidurnya. Soojung melihat sekitar kamarnya dan matanya seketika membulat saat melihat ada sosok perempuan yang sebaya dengannya tapi juga familiar didekat pojok kamarnya. Namun saat soojung berkedip sebuah sosok itu menghilang. Mungkin matanya berhalusinasi lagi, pikirnya. Dengan tak ambil pusing soojung langsung menutup matanya mencoba untuk tidur kembali.

Sekarang tepat dipagi hari soojung terbangun. Setelah merasa nyawa nya sudah terkumpul semua dia langsung menjalankan kegiatan dipagi harinya yaitu mandi terlebih dahulu. Setelah mandi dan juga memakai pakaian. Soojung melihat sebuah buku harian yang sedikit kusam berada dibawah tempat tidurnya. Lalu soojung mengambilnya, dan karena rasa penasaran soojung langsung membuka buku harian tersebut. Dihalaman pertama terdapat sebuah biodata dan sebuah robekan foto tanpa wajah. Soojung membaca biodata tersebut dengan teliti. Sebuah biodata milih sooyeon kelahiran tahun 1989. Sebenarnya nama tersebut terdengar familiar bagi soojung, namun soojung tidak pernah tau itu siapa, dia hanya merasa sangat familiar. Saat ingin membuka halaman berikutnya soojung sedikit terperanjat karna ibu nya tiba-tiba masuk ke kamarnya “Apa yang sedang kau baca soojung-a?” tanya ibu nya, soojung pun langsung berbalik dan berusaha menyembunyikan buku diary tersebut “Tidak eomma, bukan apa-apa.”

“Hm.. mau ikut sarapan?”

“Ya sebentar lagi aku akan turun.”

“Baiklah eomma tunggu dibawah.”

Setelah ibu nya benar benar pergi soojung langsung menaruh buku diary tersebut di laci sebelah tempat tidurnya.

Alone©

Sesudah makan soojung langsung beranjak ke kamarnya. Ia masih penasaran dengan buku harian yang soojung temukan setelah mandi tadi. Dengan cepat soojung menarik laci tersebut tapi yang dia dapati tidak ada buku harian itu sama sekali

“Dimana buku harian yang ku taruh disini?”

soojung benar benar bingung lalu melihat ke arah bawah tempat tidur dan hasilnya nihil buku itu tetap tiak ada. Tiba-tiba soojung dikagetkan dengan seseorang

“Kau mencari buku ini?”

-Tbc-

Alone (Chapter 1)

alone poster

Author : Kiddoxe

Genre  : Horror

Rating : G

Length : Chapter

Cast     :

Jung Soojung

Jung Sooyeon

Victoria Song

Jung Yunho

note: anggap aja soojung itu masih umur 10 tahun. Ini cuma cerita fiksi, bukan kisah nyata oke, Hati – hati hal yang dipaksakan dan typo atau cerita dan judul ga nyambung. Au ah gelap. (ff ini sudah pernah dipost di horrorrps.worspress.com)

Selamat membaca bby!

-Alone-

Sebuah keluarga kecil mengunjungi villa mereka yang berada di pulau Jeju. Sebenarnya sudah sekian lama mereka tidak mengunjungi villa tersebut.

“eomma appa!! Woah, kyeopta.” kata soojung saat mereka baru sampai di villa tersebut, kedua orangtua nya pun tersenyum mendengar kebahagian anak mereka yang berusia 10 tahun itu.

“kau suka tempat ini?” tanya eomma nya dan dibalas dengan anggukan riang dari soojung.

Villa yang mereka tempati memiliki 2 lantai dan 3 kamar. Soojung memilih kamar yang diatas, sebenarnya bukan memilih. Hanya saja eomma dan appa nya melarang untuk membuka salah satu kamar dibawah. Membukanya saja tidak boleh, apalagi jika ingin tidur ditempat itu. Namun soojung tidak peduli dengan hal tersebut, yang penting dia bisa berlibur ditempat itu. Mata soojung berbinar saat melihat kamar yang akan ia tempati, kamar tersebut dicat warna biru, terdapat lemari kecil dan juga meja kecil, tidak lupa ada sebuah tempat tidur berukuran kingsize dan yang paling spesial nya, di luar kaca tersebut langsung menunjukan sebuah pemandangan dari pantai. Villa mereka memanglah bersebelahan dengan pantai disitu.

Soojung merapihkan kamar nya dengan semangat. Namun saat soojung membuka lemari ….

“AAAAAAAAA EOMMA APPA.” dia berteriak sekencang-kencangnya sambil menutup matanya karena kaget dan juga takut.

Eomma nya yang sedang di lantai bawah pun langsung menghampirinya ketika mendengar sebuah teriakan dari mulut soojung

“ada apa soojungie?” ucap eomma nya saat melihat soojung menutup matanya dengan kedua tangannya

“Itu… itu didalam lemari ada apa eomma?” ucap soojung sambil menunjuk ke arah lemari namun dengan keadaan mata masih tertutup

“jungie bukalah matamu, itu hanya sebuah boneka sayang.”

soojung pun langsung membuka mata nya, dan benar saja apa yang dia lihat sekarang adalah boneka, sebenarnya alasan soojung berteriak adalah dia melihat sosok perempuan yang sedang duduk dengan memeluk kakinya dan wajahnya tidak terlihat, soojung menatap boneka itu dengan heran, mungkin yang tadi hanya halusinasi nya saja, pikirnya.

“jika kau ingin memilikinya ambil saja, mungkin appa mu menaruh boneka itu sebagai kejutan untuk mu.”

setelah mendengar hal itu soojung langsung menatap ke arah boneka dan eomma nya secara bergantian, sebenarnya menurut soojung boneka itu sangatlah cantik, boneka anak kecil yang mempunyai rambut pirang memakai topi, baju bagaikan putri dan juga mata biru yang indah lalu selanjutnya soojung langsung terpana dengan boneka tersebut dan kemudian segera mengambilnya

“jinja? Ini untuk ku?” tanya soojung sambil menatap eomma nya penuh dengan pengharapan .

“tentu.” kata eomma nya sambil mengangguk kecil.

“gomawo eomma.” kata soojung lagi sambil tersenyum ceria.

-Alone-

Seharian soojung bermain dengan boneka tersebut didalam villa nya, sampai akhirnya dia bosan dan mencoba bermain ditaman nya yang dekat pantai tersebut, untungnya didekat pantai ada sebuah ayunan kayu yang sudah terlihat tua. Tanpa berbasa basi soojung langsung berlari kearah ayunan kayu tersebut, soojung tak henti-henti nya bermain dengan boneka baru nya, sampai-sampai ada seorang perempuan yang terdiam melihat dia dari jarak kejauhan dengan wajah tanpa ekspresi.

“hai kau sedang apa disitu?” teriak soojung saat menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya.

Sebelumnya soojung berpikir bahwa orang itu mirip dengan nya sekilas, sampai sekarang sosok itu hanya diam saja.

Lalu soojung berteriak lagi pada sosok itu “mau bermain dengan ku?”

Akhirnya sosok itu mengangguk lalu berlari kecil kepadanya.

“kita bisa berteman kan? Kau tinggal didekat sini?” tanya soojung saat sosok itu sudah berada dihadapan nya

“tentu, ya aku tinggal di dekat sini.” ucap sosok itu dengan suara kecil dan hadir senyum kecil di wajah nya

Dan soojung pun hanya mengangguk tanda ia mengerti.

“sekarang ayok kita main..hmm kita main ayunan saja bagaimana?” ajak soojung

dan lawan bicara nya hanya mengangguk kecil.

“baiklah, kau duluan. Aku akan mendorongmu, ayo naik.”

dengan cepat soojung turun dari ayunan dan membiarkan teman baru nya menaiki ayunan tersebut.

“kalau kurang kencang katakan padaku arra?” kata soojung sambil memulai mendorong ayunan tersebut pelan-pelan.

Terdengar suara tertawa riang dari keduanya sampai ke telinga victoria, awalnya dia berpikir soojung sedang bersenang-senang karena tertawa, namun dia berpikir lagi, karena setaunya soojung hanya bermain sendiri sedangkan suara itu terdengar dari dua orang

“Yunho. Aku ingin menjemput soojung dulu. Ini sudah terlalu sore.” ucap victoria sambil berjalan menuju tempat bermain soojung

“Ya vict, cepatlah.” balas yunho.

Victoria menatap soojung dengan tatapan heran, bagaimana tidak heran. Dia melihat anaknya tertawa sambil mendorong ayunan yang sebenarnya ayunan tersebut kosong, dengan cepat victoria berteriak memanggil namanya

“soojungie!”

Dan yang diteriaki nama nya menghentikan aktivitasnya lalu menoleh kearah sumber suara

“ne eomma?” tanya nya

“kamu sedang apa? Ayo kesini, waktunya mandi.” ucap victoria sambil melambaikan tangannya untuk mengajak soojung kedalam.

“sebentar eomma, aku hanya bermain dengan teman baruku.” balas soojung

‘Teman? Tunggu? Soojung bermain dengan seseorang? Tapi kemana orang itu? Dan juga siapa? Setahu ku tidak ada yang tinggal didekat-dekat sini.’ ucap victoria dalam hati.

“dimana teman mu?” tanya victoria yang memang tidak melihat siapa-siapa selain soojung dan sebuah boneka.

Dengan itu soojung langsung berbalik ke arah ayunan untuk memperkenalkan teman barunya kepada eommanya, namun ternyata nihil. Soojung mengerutkan keninggnya karena bingung, bagaimana teman barunya bisa pergi secepat itu? Bahkan eomma nya belum melihatnya sama sekali.

“ah tadi dia disini, hmm mungkin dia barusan pulang. Baiklah, sebentar eomma.”

Dan setelah itu soojung mengambil bonekanya lalu langsung berlari ke arah eomma nya.

“sekarang kamu keatas dan bersihkan badanmu, lalu kita makan malam bersama arra?” ucap eomma nya halus

“ne eomma.”

-Alone-

Karena makan malam sudah siap, jadi victoria tinggal menunggu soojung selesai membersihkan dirinya, dan sambil menunggu victoria duduk disebelah suami nya yang sedang duduk diruang tamu.

“kau memberinya sebuah boneka vict?”

Mendengar ucapan itu victoria langsung menoleh ke arah yunho dengan ekspresi kaget.

“ti..tidak. ku kira kau yang memberikan nya saat pertama kali dai datang kesini.”

“jangan bercanda vict, mana mungkin boneka itu bisa langsung berada disini.”

“sungguh, aku tidak memberinya apa-apa.”

“vict. Kalau begitu.. ah tapi tidak mungkin.”

“mwo? Mwoya?” tanya victoria dengan wajah cemas

“aku berpikir boneka itu milik sooyeon.” kata yunho sukses membuat victoria berhenti bernapas sejenak

Lalu victoria segera menggeleng “jangan bergurau. Sooyeon kan su…”

Omongan victoria terhenti setelah mendengar sebuah teriakan dari lantai atas.

“EOMMA APPA AKU TAKUT. JEBAL!!”

-tbc-

 

Lol-_- maaf dikit terus gaje banget orz

Lagi males ngetik hualah. Ga serem kan? Emang.

Sebenernya judul sama cerita itu ganyambung, eh tapi ntar deh ya. Liat chapter selanjutnya /?

Udah gitu posternya masih pake nama kayako halah. wkwk.

Maaf ya. Gatau kenapa cast emak sama bapak nya itu vict sama yunho. Alasan sebenernya kalo vict itu ada jiwa seorang ibunya /? Dan kalo yunho cuma mau minjem marganya== udah gitu aja. Bey bey bby.